Inilah 10 Rincian Biaya Kemoterapi yang Wajib Diketahui!

14 April 2021

Inilah 10 Rincian Biaya Kemoterapi yang Wajib Diketahui!

Kanker merupakan penyakit yang menjadi salah satu pemicu kematian tertinggi di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Namun, bukan berarti pasien kanker tidak bisa memiliki harapan pulih. Dengan pengobatan yang intensif, seperti kemoterapi, peluang kesembuhan bagi penderita kanker lebih besar. Hanya saja, biaya kemoterapi memang tidaklah kecil.

Sering terjadi ketidakmampuan penderita kanker untuk menjalani kemoterapi yang terhambat biaya pada akhirnya membuat sel kanker mengganas dan berujung kematian. Karena itulah, meskipun harga kemoterapi terbilang tinggi, penderita kanker diharapkan tetap menjalani perawatan ini hingga tuntas supaya peluang hidup tetap terjaga.

Biaya kemoterapi yang besar sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya, alat dan obat kemoterapi memang memiliki harga yang tidak murah. Ditambah lagi, perawatan kemoterapi mesti dilakukan berulang kali berdasarkan ganas tidaknya sel kanker pada sang penderita.

 

Memahami Kemoterapi

Inilah 10 Rincian Biaya Kemoterapi yang Wajib Diketahui!

Kanker merupakan penyakit serius yang dapat menyerang bagian tubuh manapun. Kanker atau yang sering disebut juga sebagai tumor ganas ini merupakan kondisi ketika terjadi pertumbuhan sel-sel abnormal dalam tubuh yang begitu cepat dengan membelah diri, kemudian menyebar ke berbagai lokasi di tubuh penderitanya.

Mau tidak mau jika ingin sembuh, penderita kanker mesti menghancurkan pertumbuhan sel-sel abnormal tersebut. Kemoterapi menjadi salah satu jenis pengobatan yang mampu menghancurkan sel abnormal yang berbahaya bagi tubuh.

Kemoterapi dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang bergantung dengan jenis kanker yang dialami penderita. Metode pertama adalah kemoterapi topikal yang menggunakan krim atau gel yang umum digunakan untuk menangani pasien kanker kulit.

Selain itu, ada metode kemoterapi oral di mana penderita kanker akan diberikan obat berupa kapsul, pil, atau cairan untuk dikonsumsi. Tidak ketinggalan ada metode kemoterapi suntik. Metode ini merupakan cara kemoterapi berupa injeksi di otot atau lapisan lemak penderita kanker menggunakan obat-obatan yang ditentukan.

Metode kemoterapi lainnya adalah intraperitoneal di mana obat kemoterapi langsung diberikan melalui prosedur operasi. Nantinya ada selang khusus yang dimasukkan ke dalam rongga perut.

Selain itu, ada metode kemoterapi intraarteri. Metode ini adalah proses pemasukan obat kemoterapi langsung ke dalam pembuluh darah arteri sehingga bisa disalurkan ke bagian tubuh yang terkena kanker.

Metode kemoterapi lainnya adalah intravena. Hampir mirip dengan intraarteri, pada metode intravena, obat kemoterapi juga dimasukkan lewat pembuluh darah vena.

Kemoterapi terbilang sebagai pengobatan kanker yang cukup efektif. Namun, bahaya akan efek samping dari tindakan ini juga perlu diperhatikan. Pasalnya pada saat kemoterapi dilakukan, bukan hanya sel abnormal yang berpotensi dihancurkan, melainkan juga sel-sel wajar lainnya yang ada di sekitar.

 

Pentingnya Kemoterapi

Inilah 10 Rincian Biaya Kemoterapi yang Wajib Diketahui!

Efek samping dari kemoterapi memang tidak bisa dimungkiri dapat merusak sel tubuh lain yang sehat ataupun membuat pasien mengalami pusing, lemas, hingga mual. Akan tetapi, tindakan ini tetap penting dilakukan untuk menghentikan dan membuat sel kanker tidak terus menyebar ke berbagai bagian tubuh penderita. Dengan demikian, kesempatan untuk hidup bisa lebih besar.

Manfaat kemoterapi bagi pasien kanker pun sangat penting. Pertama, kemoterapi dapat memperkecil ukuran tumor ganas dalam hal ini sel kanker. Semakin kecil sel yang ada di tubuh penderita, rasa sakit yang dialami bisa diringankan.

Kemoterapi juga terbilang efektif mencegah penyebaran sel-sel abnormal sekaligus memperlambat pertumbuhannya. Pada sel-sel abnormal yang tergolong kecil, kemoterapi juga bisa memiliki sifat menghancurkan. Daya penghancurnya pun bisa menyentuh angka sempurna sehingga bisa mencegah penderita kanker mengalami kambuhan atas penyakitnya tersebut.

 

Rincian Biaya Kemoterapi

Inilah 10 Rincian Biaya Kemoterapi yang Wajib Diketahui!

Dengan manfaatnya yang luar biasa, tidak heran jika biaya kemoterapi menjadi tinggi. Ini karena harga kemoterapi tidak hanya dihitung dari harga obat, melainkan jasa dari paramedis sampai kemungkinan perawatan inap yang harus dilalui pasien. Berikut ini adalah rincian biaya yang umumnya penderita kanker keluarkan untuk menjalani perawatan kemoterapi.

  • Pendaftaran Pasien

Saat hendak melakukan kemoterapi, Anda pastinya harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Biaya pendaftaran umumnya terbilang terjangkau mulai dari Rp25.000—50.000 bergantung dengan rumah sakitnya.

  • Kartu Pasien

Apabila Anda pasien baru di rumah sakit tersebut, biaya kemoterapi akan bertambah. Ini karena Anda diharuskan memiliki kartu pasien. Biaya kartu pasien baru harganya hampir sama dengan biaya pendaftaran, yakni berkisar Rp25.000—50.000.

  • Konsultasi Dokter Spesialis

Sebelum menjalani kemoterapi, Anda juga harus melakukan konsultasi dengan dokter spesialis yang menangani masalah kanker Anda. Biaya konsultasi dokter spesialis beraneka ragam. Namun, rata-rata dokter spesialis memiliki tarif konsultasi di atas Rp250.000. Anda bahkan harus mengeluarkan biaya kemoterapi lebih jika memilih berkonsultasi dengan dokter spesialis senior di sebuah rumah sakit.

  • USG

Dokter spesialis akan memastikan terlebih dahulu mengenai kondisi sel abnormal yang menjadi penyebab kanker yang Anda alami. Umumnya setiap jadwal kemoterapi tiba, dokter akan melakukan USG kepada pasien. Biaya pelengkap kemoterapi ini pun bisa mencapai Rp400.000—500.000 sekali datang.

  • Screening Tubuh

Jika dokter menemukan keanehan pada saat melakukan USG, ada kemungkinan pasien akan diarahkan untuk melakukan screening lanjutan. Screening lanjutan yang bisa terjadi pada pasien yang hendak menjalani kemoterapi mulai dari CT Scan juga MRI. Biayanya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan untuk sekali screening.

  • Tes Darah

Tidak jarang tim dokter akan meminta pasien yang akan dikemoterapi untuk melakukan tes darah. Tujuannya untuk melihat seberapa perlu kemoterapi dilakukan dan berapa banyak kadar obat yang mesti diberikan. Biaya tes darah sendiri bisa menyentuh angka di atas Rp1 juta.

  • Ruang Rawat Inap

Jangan lupa menghitung harga kamar di rumah sakit untuk rawat inap dalam biaya kemoterapi yang Anda persiapkan. Soalnya, pasien kemoterapi umumnya membutuhkan perawatan lanjutan 1-3 hari untuk bisa memastikan kondisinya. Harga ruang rawat inap sendiri bervariasi tergantung kelas. Kelas termurah ruang rawat inap saat ini sudah menyentuh Rp400.000 per malam.

  • ICU atau PICU

Kemungkinan kondisi memburuk setelah kemoterapi tetap ada. Bahkan ada kasus di mana pasien kanker justru harus dilarikan ke ruang ICU atau PICU pasca menjalani perawatan kemoterapi. Biaya untuk masuk ke ruangan tersebut per harinya bisa menyentuh angka Rp5 juta.

  • Obat Penunjang

Selain obat kemoterapi, pasien kanker yang menjalani perawatan ini juga akan merasakan gejala lain yang mengganggu sebagai efek samping. Tidak jarang dokter akan memberikan resep obat penunjang yang mesti ditebus. Besaran biaya obat penunjang bergantung dengan keluhan pasien, namun bisa menyentuh angka ratusan ribu sampai jutaan rupiah pula.

  • Kemoterapi

Harga kemoterapi dihitung per sesi. Biaya kemoterapi umumnya berada di kisaran Rp750.000—5,5 juta untuk tingkat kanker ringan. Namun jika sudah tergolong berat, biaya kemoterapinya bisa menyentuh Rp11 juta. Kemoterapi sendiri idealnya dilakukan secara berkelanjutan. Tiap penderita kanker rata-rata membutuhkan kemoterapi 4—12 kali sesi.

 

Kemoterapi Ditanggung BPJS Kesehatan

Biaya kemoterapi yang tinggi hingga bisa memperoleh pemulihan kerap membuat penderita kanker mundur lebih awal karena terbentur masalah dana yang tidak mencukup. Yang pada akhirnya, keputusan tersebut berimbas pada semakin merajalelanya sel abnormal ke seluruh tubuh sehingga memperkecil harapan hidup penderita.

Padahal sebenarnya, tindakan kemoterapi maupun perawatan kanker lainnya bisa memanfaatkan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Asalkan Anda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan menjalani perawatan kanker dari awal mulai dari di fasilitas kesehatan tingkat pertama sampai rujukan, pasien kanker berhak mendapatkan tindakan kemoterapi yang diperlukan. Tindakan kemoterapi untuk pasien BPJS Kesehatan yang memenuhi kriteria pun tidak dipungut biaya sama sekali.

Hanya saja memang, Anda harus bersabar menghadapi antrean pasien kanker lain yang juga mau mendapatkan perawatan kemoterapi tersebut. Proses tunggu yang lama inilah yang sering kali membuat sel kanker bertambah ganas dan semakin sulit menyembuhkan pasien secara paripurna.

 

Lengkapi Perlindungan dari BPJS Kesehatan dengan Sobat Proteksi

Mempunyai asuransi kesehatan lain untuk bisa menjamin biaya kemoterapi dan yang lainnya pun sangat disarankan. Namun, Anda harus ingat bahwa tidak semua asuransi swasta berpremi mahal sekalipun menyediakan fasilitas untuk kemoterapi.

Biaya kemoterapi sendiri termasuk terapi untuk penyakit kritis. Karena itulah, Anda juga harus memiliki asuransi penyakit kritis yang bisa menanggung biayanya. Sayangnya, kebanyakan orang beranggapan asuransi penyakit kritis tergolong mahal dan tidak terjangkau.

Padahal, Anda pun bisa memiliki asuransi penyakit kritis seperti kanker dengan premi sangat terjangkau. PFI Mega Life bekerja sama dengan Grab dalam program Sobat Proteksi yang merupakan asuransi penyakit kritis yang bisa dibeli lewat aplikasi Grab. Preminya pun sangat terjangkau karena berkisar Rp20.000 per bulan saja. Dengan demikian, kekhawatiran Anda terkait harga kemoterapi yang tinggi bisa dikurangi, bukan?